Friday, May 28, 2021

Tempat Kesayangan

 

                Malam itu aku pergi seperti biasanya, tujuanku tidak lain adalah wifi id. Karena saat itu aku belum mempunyai wifi hanya tempat itulah tempat kesenanganku. Tidak seperti anak lain yang main ke warnet, aku karena berpikir lebih murah aja di wifi if. 2 jam untuk di warnet bisa dihabiskan satu hari di tempat itu. Karena tempatnya cukup sepi juga alasan aku menyukainya. Aku menyukai kesendirianku, nyaman saja engga harus ribut – rebut ataupun banyak masalah.

                Aku main game, menonton film, menulis juga seperti sekarang ini, ataupun belajar hal – hal yang aku sukai seperti desain, video, ataupun coding. Aku seorang yang belajarnya lambat, aku bisa bilang itu karena sampai sekarangpun aku belum bisa menghasilkan uang dengan keahlianku itu. Sebentar, apakah itu dapat dijadikan sebagai acuan? Haha mungkin saja tidak ya tapi itu acuan dari diriku sendiri.

                Kamu tahu semua yang aku lakukan dengan sukarela itu ialah hal yang benar – benar aku sukai. Sehabis pulang sekolah pasti aku ke tempat kesayanganku itu, jika tidak ada kegiatan lain yang lebih penting. Kan tidak selalu yang kita sukai bisa terpenuhi, ada kehidupan nyata atau hal yang lebih penting daripada itu, apa kalian mengalaminya juga?

                Mencari mana yang prioritas atau bukan untuk diri sendiri itu susah untuk diriku. Apakah kamu juga?

Thursday, May 13, 2021

Bela

Halo perkenalkan, namaku Kira asal dari kota P, aku mempunyai bisnis pulsa dan jasa transfer bank di tokoku sendiri. Sekarang aku sudah berumur 24 tahun, aku sudah menjalani hidup hamper seperempat serratus tahun. Istilah yang cocok untuk umur sekarang ialah quarter life, dimana aku sendiri sedang mengalami  yang biasa disebut quarter life crisis tersebut. Quarter Life sendiri ialah istilah psikologi yang merujuk pada keadaan emosional seperti kekhawatiran, keraguan terhadap kemampuan diri, dan kebingungan menentukan arah hidup yang umunya dialami oleh orang berusia 20 hingga 30 tahun.

Aku mengenal beberapa perempuan hebat yang pernah aku temui semasa hidupku, salah satunya waktu sekolah dasar maupun sekolah menengah juga di unicersitas maupun di jalanan. Semua membawa keanggunannya masing masing. Salah satunya ialah Bela. Seorang sahabat sekolah menengah yang pernah aku sukai bahkan aku juga pernah mencoba menjadikannya kekasihku namun karena hal itu pun ia perlahan menjauh dariku. Aku bertemu dengannya lagi baru ini di sebuah angkringan di tepi kota P.

Sejak dari dulu Bela masih saja cantik serta manis dengan kacamata merahnya. Ia lucu namun dengan tingkahnya namun baik dengan kepribadiannya. Saat itu ia mengucapkan salam dulu kepadaku. Aku pun terkejut dengan kehadiran sahabat lamaku, kebetulan Bela sendirian maka aku ajak untuk makan bersama. Sekedar untuk mengobrol – ngobrol mencari pelajaran hidup dan ceria karena berbagi cerita. Aku cerita banyak dengan Bela, ia pun juga, aku senang, aku harap iapun juga.

Takdir mempertumakan aku dan bela Kembali di sebuah cafĂ© dekat stasiun kereta kota P. Ia dengan sahabat perempuannya. Serta aku dengan 2 temanku. Kami memutuskan untuk memisahkan diri terlebih dahulu dari teman – teman kami.

Saat kami mengobrol lagi entah kenapa semua terjadi begitu lancer mengalir tanpa hambatan, sepertinya kami menikmati momen kebersamaan seperti saat ini. Aku pun mengeluarkan kata kata secara tidak sengaja saking nyamannya. Mengajaknya untuk menikah denganku.

“Bel, kalo aku nikah sama kamu aku pasti akan Bahagia seumur hidupku” saat itu aku tidak berpikiran kedepannya. Kata itu terceplos saja tanpa ada unsur tanggung jawab didalamnya. Namun Bela menjawab “Iya boleh, Siapa tahu kalo belum dijalanin kan”. Deg, aku kaget namun juga Bahagia mendengar ceritanya. “Bel serius ini?” Bela pun menjawab “Iyaaa serius Kiraaa, mau kapan emang nikahnya?”

Setelah obrolan itu kami memutuskan untuk menikah minggu depan. Semua terjadi dengan lancarnya hingga setelah pernikahan, kami tinggal mengontrak di tepi Kota P, karena kami suka dengan suasananya yang tidak terlalu ramai juga tidak terlalu sepi. Kami berbahagia, setiap saat bersama, selalu menyenangkan satu sama lain, memnuhi kebutuhan satu sama lain juga. Hingga suatu saat aku kacau seperti hilang ingatan, karena aku lupa bahwa aku sudah menikah. Aku Kembali ke Toko lamaku dan tidur di tempat itu lagi selama beberapa hari. Aku tidak menyalakan hp utamaku, tokonya pun selalu kututup. Mengasingkan diri secara mendadak, penyakitku yang tidak wajar dan jarang sekali terjadi. AKu melupakan semuanya… Hingga Bela pun dating ke tokoku setelah mencariku kemana mana. Aku dipeluk oleh Bela dan diajaknya untuk Kembali pulang. Bela tidak marah dengaku, ia justru merangkulku, menemaniku hingga aku sudah hamper 25 tahun dengannya sekarang. Penyakitku sudah sembuh, semua karena Bela.

Terima Kasih Bela, kamu penyelamat hidupku, kamu sahabat terbaik dalam hidupku, kamu kekasih terbaik dalam hidupku, kamu yang terbaik bagiku.

Monday, May 3, 2021

Merapikan yang Berantakan

     Menulis menjadi hal yang tabu untuk saya lakukan sekarang, karena tidak pernah terbesit lagi di pikiran selama ini. Semua menjadi abu - abu semenjak saya menjadi lebih pemikir, memikirkan yang seharusnya tidak dipikirkan.

    Jauh dengan teman - teman saya membuat saya lebih menyendiri. Saya berusaha mencari kesenangan maupun ketenangan. Namun semua hal seperti sedang tidak ingin untuk saya capai, seperti mereka menolak kehadiran saya. Semuanya menjadi tidak mungkin, pikiran kemana - mana serta hidup seperti tidak memiliki tujuan. Hanya makan tidur dan bermain terus menerus. Apakah itu dapat disebut hidup tenang / menyenangkan?

    Ada juga yang mengatakan kepada saya, bahwa saya sedang tidak bersyukur. Mungkin benar Tuhan sedang menguji saya dengan ujian ini. Seiring berjalannya waktu bukannya saya makin bersyukur malah makin ngawur. Hal yang tidak pernah saya lakukan malah justru saya lakukan.

    Lalu apa yang harus saya perbuat. Tidak lain mungkin saya sedang lelah dengan fase kehidupan saya sekarang, rasanya seperti tidak ada perkembangan sama sekali. Mungkin karena itu.

    Perlahan namun pasti, sedang saya coba menata lagi kehidupan saya yang berantankan ini. Rasanya nikmat, indah, dan bersyukur. Saya bisa bilang kepada diri saya sendiri bahwa saya hebat bisa melalui fase kehidupan ini. 

    Membaca buku menjadi hal yang saya rajin lakukan lagi sekarang. Asupan pengetahuan untuk otak merupakan makanan paling nikmat yang sekarang saya senangi. Hobi itu membawa ketenanagan dan rasa syukur yang besar dalam menjalani hidup.

    Jadi teman - teman ada yang mau ngobrol? ataupun sekedar bertemu untuk bertukar pikiran lebih daripada lewat blog ini teman - teman bisa komen menggunakan email ataupun menghubungi social media saya. Terima kasih sudah sempat mampir membaca :)

Cerita Siang Hari

    Sudah empat tahun berlalu, kuliahku sudah usai dan sekarang waktunya untuk perjalanan yang baru lagi. Next Stage of My Life, aku akan se...