Suara adzan berkumandang pada saat fajar menyingsing di pagi hari. Aku terbangun sebelum adzan berkumandang lalu menjalankan aktivitasku, yaitu gabut.
Secangkir teh coba kubuat untuk membuat pagiku lebih berasa, setidaknya sedikit manis dibibir bisa menemani. Suara Radio dari ruang keluarga juga sudah terdengar. Tenang, bukan nyala sendiri kok, namun pasti dinyalakan oleh Eyangku.
Jalanan di depan rumah mulai ramai, warna oranye pada langitpun mulai menghilang serta udara masih terasa segar. Sepertinya suasana pagi kali ini cocok untuk olahraga. Sepatu, baju, celana sudah kupakai, saatnya pergi untuk menyehatkan badanku.
Sinar matahari sudah mulai terasa kehangatannya namun sayangnya tenagaku sudah habis untuk tetap berolahraga. Sepertinya jika pulang terus mandi akan mantap juga.
Setelah aku mandi aku tidak menyangka bahwa Eyangku sudah memasakan makanan, tentunya aku langsung melahapnya dengan nikmat. Rasanya enak masakan Eyangku, kalian harus coba.
Olahraga sudah, sarapan sudah, ngapain lagi, bingung rasanya mengisi kegiatan setelah Ujian Nasional. Bentar, belajar untuk SBMPTN dan Kedinasannya kapan? Kalau untuk belajar biasanya itu aku lakukan ketika dini hari, karena pikiranku itu terasa masih segar, baru bangun tidur gitu, bukan segar karena habis keramas ya, itu berbeda rasanya.
Aku memikirkan segalanya tentang kemarin. Bagaimana bisa kesunyian itu bisa menjadi teman. Pasti ada sesuatu yang menarik dia datang menemani. Tidak salahkan? Jika aku bingung sendiri. Dia itu merasa begitu penting sehingga mengikutiku kemanapun aku pergi. Pasti ada dia, sekalinya aku diam dia datang. Aku harus bisa mengatasinya. Entah dengan menyingkirkannya ataupun mencoba berteman dengannya.
Di siang hari itu akhirnya aku menyelesaikan menonton salah satu anime yang banyak pemburunya. Terasa menyebalkan dengan alur ceritanya. Para penonton seperti dipermainkan oleh pembuat anime itu sendiri.
Beberapa jam berlalu dengan perasaan kesal dihati. Kenapa bisa aku segabut ini. Berasa seperti pengangguran yang tidak mempunyai kerjaan. Pantas saja banyak orang yang marah jika ditolak setelah mendaftar kerja. Mereka pasti tidak mau malas – malasan di rumah dan sekedar menikmati hidup dengan santainya sehingga menyebabkan omongan para tetangga yang membuat sakit hati.
Senja mau menemaniku dengan kesendirian lagi sepertinya. Namun alam semesta berkehendak lain, temanku mengajak main basket. Sudah lama aku tidak bermain basket bersama mereka, akan seperti apa rasanya. Aku yang bertambah baik atau mereka yang semakin bagus. Belum beberapa menit aku langsung berangkat menuju lapangan yang sudah ditentukan untuk bermain bersama.
Setibanya aku disana keadaan sudah ramai, sepertinya akan dipakai latihan oleh pemiliknya.
Setelah menunggu teman – teman berkumpul terlebih dahulu, kami putuskan untuk pindah lapangan dan sore itu aku ditemani oleh senja, bola basket, dan teman – temanku.
Bibirku terkena sikut teman lagi sewaktu kami main bersama, memang tidak sengaja, jadi aku tidak mempermasalahkannya. Padahal baru kemarin terkena dan sekarang jadi lebih sexy sepertinya jika dilihat, tapi sayangnya berdarah.
Tiba – tiba dia pergi begitu saja tanpa mengucapkan selamat tinggal, lalu aku pulang menuju ke rumah untuk membersihkan dan menyamankan diri sejenak. Hey jangan berpikiran aneh dulu, dia yang kumaksud adalah indahnya matahari saat senja itu ada.
Malamku juga berlalu seperti biasa, kecuali satu hal. Aku telah merencanakan bahwa diriku akhirnya akan berjumpa dengan alam lagi dalam waktu dekat. Merasa sedikit senang namun sedikit sedih juga.
Aku senang karena akhirnya bisa kembali mensyukuri indahnya semesta yang ada di gunung sana. Sedihnya adalah jika aku pergi mendaki itu tandanya aku sedang dalam masalah atau ingin merenung, mengasingkan diri dari keramain dan kebisingan yang membuatku pusing.
Setelah selesai merencanakan aku lapar dan harus mencari makan. Aku ke dapur tidak ada makanan, mau masak sendiri tapi sedang kekurangan bahan, mungkin ini saatnya untuk mencari makanan diluar sarang.
Akhirnya aku pergi ke tempat mie ayam yang masih buka di daerah sedikit ke kota. Mie ayamnya enak, rasanya menghangatkan, serta suasananya yang cocok untuk malam yang agak berisi ini.
Hari ini memang rasanya sedikit hampa, namun apa boleh buat aku harus mensyukurinya. Karena hari ini juga adalah pemberian dari Allah. Maka aku bersyukur masih bisa bertahan sampai hari ini.
Selamat malam.
Semoga kau bermimpi indah ketika kau tidur nanti.
Dan berdoalah kepada Allah untuk mendapatkan perlindungan.
Daah, sampai jumpa di lain kesempatan.
No comments:
Post a Comment